Kelas XII : Konsep, Teknik dan Prosedur Seni Peran Teater Kontemporer

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur seni peran teater kontemporer
4.1 Meragakan adegan sesuai konsep, teknik dan prosedur teater kontemporer
Konsep, Teknik dan Prosedur Seni Peran Teater Kontemporer
A. Konsep Seni Peran Teater Kontemporer
Teater Kontemporer merupakan bagian dari seni kontemporer, sehingga konsep yang ada pada teater kontemporer tidak hanya harus memiliki dan diciptakan oleh manusia yang bersifat masa kini tetapi harus juga memiliki cita rasa pembebasan pikiran.
Teater kontemporer merupakan kreatifitas seniman teater untuk mendapatkan jati dirinya sehingga seniman tidak hanya ingin mempresesentasikan tetapi juga mengkomunikasikan dengan indah hanya kepada penonton
Teater ini juga sering disebut dengan teater mutakhir, jumlah penonton relatif kurang, tetapi penonton tersebut adalah orang-orang yang paham betul pada teater serta bisa menangkap konsep garapan, itulah yang diharapkan.
Bukan hanya kemewahan disampaikan oleh karya teater kontemporer, melainkan gagasan luar biasa yang senantiasa menjadi obsesi para seniman
Konsep kontemporer sendiri memiliki sebuah konsep bahwa manusia tidak perlu untuk selalu berarah pada sebuah nilai yang sering dianggap sebagai suatu sumber dari segalanya sehingga menjadi acuan sebagai sumber segalanya.
Semua tontonan mengandung arti, misi, dan gerakan, agar membebaskan diri dari lingkupan waktu, tempat, situasi , nilai, serta pemahaman logika yang tidak relevan merupakan pertunjukan kontemporer
B. Teknik Seni Peran Teater Kontemporer
Teknik pengungkapan gagasan pada seni teater berfokus pada pemain, pemain merupakan unsur utama pada teater,.
Tehnik proses latihan terdiri dari tiga cara berikut :
1. Olah tubuh, yaitu
Melatih anggota badan agar mencapai kelenturan. Misalnya :
Seorang pemain memerankan kera dengan jalannya yang merangkak dan sesekali meloncat serta naik pohon.
Pemain yang memerankan tokoh kera itu sejak muncul di atas panggung sampai akhir permainan harus melakukan gerakan berjalan, merangkak, loncat, dan bahkan bergelayunan di pohon.
2. Olah vokal yaitu
Menguasai Tempo cepat lambat pemain dalam mengucapkan kalimat
Mengusai dinamika penekanan pada sebuah kalimat
Intonasi kalimat yang baik
Artikulasi yang baik agar setiap kata yang disampaikan dapat terdengar jelas
3. Olah Sukma yaitu
Melatih konsentrasi agar terbiasa memusatkan pikiran terhadap sesuatu dengan penuh konsentrasi maka dapat terhindar dari lupa dialog juga lupa bloking (permainan tempat), serta gestur/sikap badan.
Selain tehnik diatas juga terdapat macam-macam gerak dilakukan pemain pada pertunjukan drama yaitu :
• Movement : perpindahan tempat pemain dari satu tempat ke tempat lain. Gestures : gerakan badan dengan angautanya, ke kiri, ke kanan, berputar kebelakang dengan salah satu kaki sebagai porosnya.
• Business : gerakan kecil yang dilakukan missal gerak tangan, jari, kepala.
• Gait : gerakan besar misalnya cara berjalan.
• Detail : gerakan yang lebih kecil, misalnya kedipan mata, menarik nafas, mengernyitkan alis/dahi dan sebagainya.
C. Prosedur seni peran teater kontemporer
Persiapan pekerjaan Produksi
Mempersiapkan bentuk kepanitian yaitu orang yang berkerja berdasarkan pembagian tugasnya, seperti adanya pimpinan,sekretaris dan koordinator
Persiapan pekerjaan Artistik
Persiapan yang dilakukan oleh seseorang dengan merancang pengaturan panggung juga mempersiapkan property yang dibutuhkan oleh para pemain.
Persiapan karya dan penampilan teater
• Mempersiapkan naskah teater
• Memastikan aktor/ pemain
• Mempersiapkan tata rias
• Mempersiapkan tata busana
• Mempersiapkan tata lampu
• Mempersiapkan tata suara
• Mengendalikan kondisi penonton
Tags : Kelas XII Materi Seni seni teater